Welcome to pkbmassafarwadi.com!

Menghijaukan Kembali Tanah Sepatan: Misi PKBM Assafarwadi Menjaga Nafas Pangan di Tengah Hutan Beton

Menghijaukan Kembali Tanah Sepatan: Misi PKBM Assafarwadi Menjaga Nafas Pangan di Tengah Hutan Beton

Sepatan, Tangerang – Transformasi Kabupaten Tangerang menjadi pusat hunian baru memang tidak terelakkan. Namun, di balik deretan perumahan yang kian menjamur, ada sebuah tantangan besar yang mengintai: hilangnya kemandirian pangan. Saat lahan sawah berubah menjadi fondasi rumah dan tambak berubah menjadi jalanan aspal, siapakah yang akan menjaga kedaulatan piring makan kita?

PKBM Assafarwadi hadir mengambil peran penting dalam menjawab keresahan ini. Sebagai institusi pendidikan non-formal yang berakar di tengah masyarakat, kami menyerukan gerakan “Kembali ke Tanah dan Air” sebagai bentuk perlawanan kreatif terhadap dampak negatif alih fungsi lahan.

Mengapa PKBM Assafarwadi Bergerak?

Ketahanan pangan bukan sekadar urusan perut, melainkan urusan masa depan generasi. Alih fungsi lahan yang masif di wilayah Sepatan dan sekitarnya memaksa kita untuk berpikir lebih keras:

  • Ketergantungan Pasokan: Semakin sedikit lahan tani lokal, semakin tergantung kita pada harga pasar luar yang tidak menentu.
  • Hilangnya Keahlian Lokal: Generasi muda kehilangan sentuhan dengan alam, melupakan cara menanam padi dan membudidaya ikan yang menjadi jati diri wilayah ini.

Misi Kampanye: Pertanian dan Perikanan di Lahan Sempit

Melalui kampanye ini, PKBM Assafarwadi mengajak seluruh warga belajar dan masyarakat luas untuk membuktikan bahwa beton bukan penghalang bagi produktivitas:

  1. Pendidikan Pertanian Urban (Urban Farming): Kami mendorong pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan sisa sekolah sebagai laboratorium hidup. Menggunakan teknik hidroponik, vertikultur, dan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk.
  2. Revitalisasi Perikanan Rakyat: Memperkenalkan kembali budidaya ikan skala rumah tangga (seperti sistem bioflok atau budidamber) sebagai sumber protein murah dan berkualitas bagi keluarga.
  3. Ekosistem Belajar Berbasis Alam: Menjadikan isu pangan sebagai materi pembelajaran inti, agar setiap lulusan tidak hanya terampil secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan hidup yang kuat.

Seruan Aksi untuk Masyarakat

Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga para pengembang perumahan—untuk bersama-sama menyisakan ruang bagi hijau tanaman dan jernihnya air budidaya.

“Ketahanan pangan adalah benteng terakhir sebuah bangsa. Ketika tanah tak lagi luas, maka kreativitas harus melampaui batas pagar rumah kita.”

Mari Bergabung dalam Gerakan Ini

PKBM Assafarwadi membuka pintu kolaborasi bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan ide, bibit, maupun tenaga dalam mengembangkan proyek percontohan pertanian dan perikanan komunitas. Mari kita tunjukkan bahwa di tengah kepungan tembok perumahan, semangat agraris masyarakat Tangerang tetap menyala.

Ayo menanam, ayo memelihara, untuk hari esok yang lebih mandiri!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *