Akankah Perang Dunia Ke-3 Ini akan berlangsung?
Gejolak saat ini di timur tengah sudah adanya kejadian perang antara Iran melawan Israil dan Amerika, yang diperkirakan hanya berlangsung 3 bulan, yang menewaskan Pemimpin Besar Iran, justru belum ada titik temu akan perang berakhir.
Media pemerintah Iran dan sejumlah laporan internasional telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal akibat serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya di Tehran. Khamenei, yang menjabat sejak 1989, dikabarkan meninggal bersama beberapa pejabat dan anggota keluarganya setelah serangan tersebut.
Beberapa laporan media lokal juga menyebutkan bahwa mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad turut meninggal dalam serangan di Tehran, namun informasi ini masih berkembang dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas internasional.
Kejadian ini akan memicu gejolak yang lebih besar lagi, karena Iran adalah negara sebagaian besar beragama Muslim Siah, jika pimpinan mereka wafat dalam perang akan dilanjutkan lagi oleh penerus kempemimpinan imam yang baru. Rakyat Iran tidak akan terima jika Imam mereka terbunuh dalam keadaan syahid dan rakyat Iran justru akan bangkit untuk ikut berperang, karena perang ini adalah jalan menuju mati syahid. Jika Amerika berperang untuk minyak dan menunjukan negara dengan kekuatan super powernya, Iran justru berperang sebagai perang agama.

Apakah peperang yang terjadi ini akan cepat selesai?
Amerika untuk menaklukan Iran itu tidak akan mudah, karena dari segi medan sangat sulit untuk bisa expansi militer dengan jalur darat, Amerika butuh Pangkalan militer di negara timur tengah untuk bisa menempatkan tentara dan persiapan untuk menggempur iran. Iran justru siap bertempur untuk melawan Israil dan Amerika, Iran melancarkan strategi jitu yaitu menutup selat Hormuz sebagai selat terpenting jalur perdangan minyak dan gas bumi ini akan berdampak kepada krisis ekonomi global, sebab 20% minyak bumi dan gas alam ini di pasok melalui selat Hormuz.
Iran menutup selat Hormuz sebagai senjata diplomatik untuk negara yang membutuhkan minyak dan gas agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Israil dan Amerika, jika mereka memutus hubungan diplomatik dengan Israil dan Amerika maka kapal tankernya akan diperbolehkan keluar masuk selat Hormuz.
Iran sudah siap berperang dengan Amerika dan Israil dan siap mati dan akan menjadikan perang ini perang agama dan iran akan menggempur habis-habisan, semua senjata akan di keluarkan sampai akhirnya senjata nuklir akan dikeluarkan jika terdesak, iran siap mati syahid. Jika perang ini dimenangkan oleh Iran maka Amerika dan Israil akan malu dan ditertawakan oleh sekutunya.
Kemungkinan besar Amerika dan Israil akan lebih agresif untuk memenangkan perang ini, segela cara mungkin akan dilakukan dan kemungkinan Senjata nuklir akan digunakan untuk menggempur Iran. jika ini terjadi perang Nuklir maka kemungkinan sekutu Iran yaitu negara Rusia dan Korea Utara akan membantu Iran dengan Nuklirnya.
Israil dan Amerika adalah negara yang tidak bisa dipisahkan bagaikan mata sebuah uang. Israil yang sekarang mempunyai dukungan besar dari Amerika, meraka mulai melakukan aksi pengrusakan dan pengusiran dan perampasan wilayah Palestina dengan sangat keji dan tidak ada rasa kemanusian.
Sejarah Berdirinya Negara Israil
Pada tanggal 14 Mei 1948,
David Ben-Gurion , kepala Badan Yahudi, memproklamirkan berdirinya Negara Israel. Presiden AS
Harry S. Truman mengakui negara baru tersebut pada hari yang sama.
Eliahu Elath mempersembahkan bahtera kepada Presiden Truman.
Meskipun Amerika Serikat mendukung Deklarasi Balfour tahun 1917, yang mendukung pembentukan tanah air nasional Yahudi di Palestina, Presiden Franklin D. Roosevelt telah meyakinkan pihak Arab pada tahun 1945 bahwa Amerika Serikat tidak akan campur tangan tanpa berkonsultasi dengan pihak Yahudi dan Arab di wilayah tersebut. Inggris, yang memegang mandat kolonial untuk Palestina hingga Mei 1948, menentang pembentukan negara Yahudi dan negara Arab di Palestina serta imigrasi pengungsi Yahudi tanpa batas ke wilayah tersebut. Inggris ingin menjaga hubungan baik dengan pihak Arab untuk melindungi kepentingan politik dan ekonominya yang vital di Palestina.
Segera setelah Presiden Truman menjabat, ia menunjuk beberapa ahli untuk mempelajari masalah Palestina. Pada musim panas tahun 1946, Truman membentuk komite kabinet khusus di bawah kepemimpinan Dr. Henry F. Grady , seorang Asisten Menteri Luar Negeri, yang melakukan negosiasi dengan komite Inggris paralel untuk membahas masa depan Palestina. Pada Mei 1946, Truman mengumumkan persetujuannya atas rekomendasi untuk menerima 100.000 pengungsi ke Palestina dan pada Oktober secara terbuka menyatakan dukungannya untuk pembentukan negara Yahudi. Sepanjang tahun 1947, Komisi Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Palestina meneliti masalah Palestina dan merekomendasikan pembagian Palestina menjadi negara Yahudi dan negara Arab. Pada 29 November 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Resolusi 181 (juga dikenal sebagai Resolusi Pembagian) yang akan membagi bekas mandat Palestina Britania Raya menjadi negara Yahudi dan Arab pada Mei 1948 ketika mandat Inggris dijadwalkan berakhir. Berdasarkan resolusi tersebut, wilayah yang memiliki signifikansi keagamaan di sekitar Yerusalem akan tetap menjadi corpus separatum di bawah kendali internasional yang dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Meskipun Amerika Serikat mendukung Resolusi 181, Departemen Luar Negeri AS merekomendasikan pembentukan perwalian PBB dengan batasan imigrasi Yahudi dan pembagian Palestina menjadi provinsi Yahudi dan Arab yang terpisah, tetapi bukan negara. Departemen Luar Negeri, yang khawatir tentang kemungkinan meningkatnya peran Soviet di dunia Arab dan potensi pembatasan pasokan minyak ke Amerika Serikat oleh negara-negara penghasil minyak Arab, menyarankan agar AS tidak melakukan intervensi atas nama orang Yahudi. Kemudian, ketika tanggal kepergian Inggris dari Palestina semakin dekat, Departemen Luar Negeri semakin khawatir tentang kemungkinan perang habis-habisan di Palestina karena negara-negara Arab mengancam akan menyerang hampir segera setelah PBB mengesahkan resolusi pembagian tersebut.
Terlepas dari meningkatnya konflik antara warga Arab Palestina dan warga Yahudi Palestina, dan terlepas dari dukungan Departemen Luar Negeri terhadap sistem perwalian, Truman akhirnya memutuskan untuk mengakui negara Israel. sumber https://history.state.gov/milestones/1945-1952/creation-israel
Israel , secara resmi Negara Israel , sebuah negara di Timur Tengah, terletak di ujung timur Laut Mediterania. Luas wilayah (tidak termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza): 8.522 mil persegi (22.072 km persegi). Populasi (perkiraan 2026): 9.141.000 (tidak termasuk warga Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza ). Ibu kota (yang diproklamasikan): Yerusalem (status kota sebagai ibu kota belum mendapat pengakuan internasional yang luas). Orang Yahudi merupakan sekitar empat perlima dari populasi dan orang Arab sekitar seperlima. Bahasa: Ibrani, Arab (keduanya resmi). Agama: Yudaisme; juga Islam, Kristen. Mata uang: shekel Israel baru (NIS).
Israel dapat dibagi menjadi empat wilayah utama: dataran pantai Mediterania di barat; wilayah perbukitan yang membentang dari perbatasan utara hingga Israel tengah; Lembah Celah Besar, yang berisi Sungai Yordan , di timur; dan Negev yang gersang , yang menempati hampir seluruh bagian selatan negara itu. Sistem drainase utamanya adalah cekungan pedalaman yang dibentuk oleh Sungai Yordan; Danau Tiberias (Laut Galilea) menyediakan air untuk sebagian besar lahan pertanian negara itu. Israel memiliki ekonomi campuran yang sebagian besar berbasis pada jasa dan manufaktur; ekspornya meliputi mesin dan elektronik, berlian, bahan kimia, buah jeruk, sayuran, dan tekstil. Sembilan persepuluh penduduknya tinggal di perkotaan dan sebagian besar terkonsentrasi di dataran pantai Mediterania dan di sekitar Yerusalem. Israel adalah republik multipartai dengan satu lembaga legislatif, Knesset; kepala negaranya adalah presiden, dan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri.
Catatan tentang keberadaan manusia di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Israel berasal dari Periode Paleolitikum. Upaya orang Yahudi untuk mendirikan negara nasional di sana dimulai pada akhir abad ke-19. Inggris mendukung Zionisme dan pada tahun 1923 mengambil alih tanggung jawab politik atas wilayah yang saat itu disebut Palestina . Migrasi orang Yahudi ke wilayah ini, yang meningkat selama periode penganiayaan Nazi , menyebabkan memburuknya hubungan dengan orang Arab. Pada tahun 1947 PBB memutuskan untuk membagi wilayah tersebut menjadi negara Yahudi dan Arab yang terpisah. Negara Israel diproklamasikan pada tahun 1948, dan Mesir, Transyordania (kemudian Yordania), Suriah, Lebanon, dan Irak segera menyatakan perang terhadapnya. Israel memenangkan perang tersebut ( lihat perang Arab-Israel ) serta Perang Enam Hari tahun 1967 , di mana Israel menduduki Tepi Barat , Jalur Gaza , Dataran Tinggi Golan, dan Yerusalem Timur. Perang lain dengan negara-negara tetangga Arabnya terjadi pada tahun 1973, tetapi Kesepakatan Camp David mengarah pada perjanjian perdamaian antara Israel dan Mesir pada tahun 1979. Israel menginvasi Lebanon pada tahun 1982 untuk mengusir Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dari negara itu, dan pada akhir tahun 1987 terjadi pemberontakan di antara warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza ( lihat intifāḍah ). Negosiasi perdamaian antara Israel dan negara-negara Arab serta Palestina dimulai pada tahun 1991. Israel dan PLO menyepakati pada tahun 1993 rencana lima tahun untuk memperluas pemerintahan sendiri kepada warga Palestina di wilayah pendudukan. Israel menandatangani perjanjian perdamaian dengan Yordania pada tahun 1994. Tentara Israel dan milisi Lebanon, Hizbullah , bentrok sepanjang tahun 1990-an. Pasukan Israel menarik diri dari Lebanon pada tahun 2000, dan negosiasi antara Israel dan Palestina gagal di tengah kekerasan yang menelan ratusan korban jiwa. Dalam upaya untuk menghentikan pertempuran, Israel pada tahun 2005 menarik tentara dan pemukimnya dari sebagian Tepi Barat dan dari seluruh Jalur Gaza, yang berada di bawah kendali Palestina. Pada tahun 2006, operasi Hizbullah terhadap Israel mengakibatkan perang selama sebulan di Lebanon. Proses perdamaian antara Israel dan Palestina hampir terhenti selama sebagian besar tahun 2010-an, dan ketegangan antara Hamas , yang mengambil alih kendali Jalur Gaza pada tahun 2007, dan Israel meningkat menjadi pertempuran terbuka beberapa kali antara tahun 2012 dan 2021. Israel dan militan Palestina memulai perang pada 7 Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan terhadap Israel yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, sebagian besar warga negara Israel, menjadikannya hari paling mematikan bagi Israel sejak kemerdekaannya. Sumber https://www.britannica.com/summary/Israel
Pemikiran Penulis
Dari segi sejarah israil ini kita dapat mengetahui dulu Israil terusir dari tanah kelahirannya sehingga meraka bermigrasi keberbagai negara, akan tetapi ketika mereka terancam oleh adanya NAZI mereka bermigrasi kembali ke tanah yang sekarang menjadi Negara Israil dengan bantuan Inggris 1923. dan tahun 1947 PBB membagi dua wilayah Negara Yahudi dan Arab. dan Akhirnya Tanggal 14 Mei 1948 memproklamirkan Negara Israil.
Melihat dari risalah yang terbentuknya negara Israil ini, dan untuk saat ini Israil mempunyai kekuatan militer dan ekonomi, apakah Negara Israil ini akan membuat sebuah peradaban baru untuk menciptakan polemik perang dunia ke 3 sebagai penghapusan sistem dan tananan dunia baru, yang mereka lakukan dengan membuat kekacauan dan perang.
dalam Alqur’an sudah di informasikan bahwa Israil



Terjemah Ayat :
“Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.”
“Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.”
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” Sumber https://mozaik.inilah.com/quran/al-isra’/7
Sekarang Ekonomi dunia sudah dikuasai oleh Yahudi dan Kaum Globalis keluarga Mayer Rothschille dan rockefeller.
Apakah mereka kaum Yahudi akan melakukan Kejahatan Kembali dengan di dukung ekonomi yang kuat dan mengusai seluruh mata uang?
Apakah mereka kaum Yahudi akan menciptakan perang dunia ketiga ini?
yang pasti campur tangan perang yang terjadi saat ini Iran melawan Israil dan Amerika adalah bagian proyek untuk terciptanya perang.
Apakah perang Iran ini akan berhenti atau mungkin akan lanjut perang dan meluas ke seluruh negara?
