Kitab Sastra Jendra Rahayu Ningrat atau lengkapnya Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu)
Berikut penjelasannya secara lengkap dan terperinci:
📜 SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT
(Sastra Jendra Rahayu Ningrat)
- SIAPAKAH PENGARANGNYA?
Tidak ada satu orang penulis tunggal yang pasti, karena kitab ini merupakan ajaran yang berkembang secara turun-temurun dan kemudian ditulis ulang oleh para pujangga keraton.
Namun, dalam tradisi sastra dan pewayangan:
- Tokoh yang menyampaikan ajarannya: Begawan Wisrawa (seorang resi sakti dalam kisah Ramayana) yang menjelaskan ilmu ini kepada Dewi Sukesi.
- Pujangga yang menuliskannya dalam bentuk serat: Ajaran ini banyak ditemukan dalam karya-karya pujangga keraton Surakarta abad ke-19, seperti Kyai Yasadipura I dan Kyai Sindusastra, khususnya dalam naskah Arjunasasrabahu atau Lokapala.
- Asal usul: Istilah “Sastra Jendra” tidak ditemukan dalam naskah Jawa Kuno (seperti zaman Majapahit), melainkan baru muncul dan populer pada abad ke-19 Masehi sebagai puncak ajaran filsafat dan kebatinan Jawa.
- ARTI NAMA KITAB
Secara harfiah artinya:
- Sastra: Kitab, tulisan, atau ilmu.
- Jendra: Milik raja / Tuhan Yang Maha Kuasa.
- Hayuningrat (atau Rahayu Ningrat): Kedamaian, keselamatan, kemuliaan, dan kesejahteraan dunia akhirat.
- Pangruwating Diyu: Yang membebaskan atau mengubah keburukan (raksasa/diyu) menjadi kebaikan.
Jadi arti lengkapnya:
“Ilmu atau kitab suci milik Tuhan yang membawa keselamatan dan kemuliaan, serta mampu mengubah sifat jahat menjadi baik.”
- ISI KITAB SECARA TERPERINCI
Kitab ini berisi ajaran filsafat hidup, etika, dan ilmu makrifat (pengetahuan tentang Tuhan) yang sangat dalam. Isinya dibagi menjadi beberapa pokok bahasan utama:
A. Rahasia Penciptaan dan Sifat Tuhan
Menjelaskan tentang asal-usul alam semesta, sifat-sifat Tuhan yang Maha Esa, dan hubungan antara Tuhan dengan manusia. Mengajarkan bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
B. Penguasaan Diri (Melawan Hawa Nafsu)
Ini adalah inti ajarannya. Manusia digambarkan harus menjadi “raja” bagi dirinya sendiri, mampu mengendalikan hawa nafsu dan pancaindra.
- Konsepnya: “Raja” di sini bukan raja yang memerintah orang lain, tapi raja yang mampu menguasai diri sendiri.
- Tujuannya: Mengubah watak “Diyu” (raksasa/keburukan) menjadi manusia yang sempurna.
C. Ajaran Moral dan Sosial
Berisi nasihat tentang cara hidup yang baik, jujur, amanah, dan berkorban demi kepentingan bersama.
“Amar ma’ruf nahi munkar” (menyuruh yang baik, melarang yang jahat) dan “Hamemayu hayuning bawana” (memperindah dunia).
D. Makna Simbolis
Banyak menggunakan kiasan dan simbol:
- Sedulur Papat Limo Pancer: Konsep tentang unsur-unsur pembentuk jiwa manusia yang harus diselaraskan.
- Raksasa: Melambangkan sifat buruk seperti serakah, marah, sombong, yang harus ditaklukkan.
- DIMANAKAH KITAB INI BERADA SEKARANG?
Karena ini adalah naskah klasik, salinannya tersimpan di beberapa tempat penting, baik di Indonesia maupun luar negeri:
📍 DI INDONESIA:
1. Perpustakaan Nasional RI (Jakarta): Tersimpan naskah dengan kode koleksi NB 17 dan lainnya. Ini adalah salah satu data primer penelitian.
2. Perpustakaan Keraton Surakarta (Sasanapustaka):- Koleksi nomor 181 RA: Berisi Sastrajendra-Sastracetha Sekar Macapat (dalam bentuk tembang).
- Koleksi nomor 273 RA: Berisi Sastraharjendra (versi prosa).
3. Perpustakaan Keraton Yogyakarta: Juga memiliki koleksi naskah serupa.
4. Masyarakat Umum: Banyak dicetak ulang dalam bentuk buku modern oleh penerbit seperti Lembaga Javanologi, Shira Media, dll, sehingga mudah dibaca oleh masyarakat.
📍 DI LUAR NEGERI:
- Leiden University Library (Belanda): Memiliki koleksi naskah Jawa yang memuat bagian-bagian ajaran Sastra Jendra, meskipun mungkin tidak dalam judul buku yang terpisah secara khusus.
- British Library (London): Juga memiliki salinan naskah terkait.
- KENAPA KITAB INI SANGAT PENTING?
✅ Disebut sebagai “Puncak Ilmu Kejawen”: Banyak ahli menganggap ini adalah ajaran tertinggi yang menyatukan filsafat, moral, dan spiritualitas.
✅ Bersifat Universal: Nilai-nilainya tidak terbatas pada satu agama saja, melainkan mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradab.
✅ Panduan Hidup: Mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta mampu membawa kedamaian di dunia.
Ringkasan:
Kitab Sastra Jendra Hayuningrat adalah warisan leluhur yang berisi ilmu kesempurnaan jiwa. Tidak ada satu penulis tunggal, tapi disusun oleh para pujangga keraton berdasarkan ajaran yang turun-temurun. Sekarang naskah aslinya tersimpan rapi di Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Keraton Surakarta/Yogyakarta.
