Stephen Bullivant dari Universitas Kent, Inggris. Ia adalah salah satu peneliti utama dalam proyek penelitian internasional berjudul “Understanding Unbelief: Atheists and Agnostics around the World”.
Stephen Bullivant dari Universitas Kent, Inggris. Ia adalah salah satu peneliti utama dalam proyek penelitian internasional berjudul “Understanding Unbelief: Atheists and Agnostics around the World”.
📚 Judul Buku/Laporan
- Judul: Understanding Unbelief: Atheists and Agnostics around the World
- Sub-judul: Interim Findings from 2019 Research in Brazil, China, Denmark, Japan, the United Kingdom, and the United States
🗓️ Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada tahun 2019 di 6 negara yang mewakili berbagai budaya dan tingkat keberagaman agama, yaitu:
1. Brasil
2. Tiongkok
3. Denmark
4. Jepang
5. Inggris
6. Amerika Serikat
📊 Kesimpulan Utama
Berikut adalah poin-poin penting dari hasil penelitian tersebut:
1. Keberagaman Bentuk Ketidakpercayaan- Ada banyak cara menjadi orang yang tidak percaya Tuhan atau agnostik, baik di dalam maupun antar negara. Tidak ada satu pola tunggal yang berlaku universal.
2. Identitas Agama vs Keyakinan- Meskipun mayoritas orang yang tidak percaya Tuhan mengaku tidak beragama, namun di beberapa negara masih ada yang tetap mengidentifikasi diri dengan agama tertentu meski tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Contohnya:- Di Denmark: 28% orang yang tidak percaya Tuhan tetap mengaku Kristen.
- Di Brasil: Angkanya mencapai 18%.
- Di Jepang: Sekitar 8% mengaku penganut Buddha.
3. Label Identitas- Tidak banyak orang yang suka menggunakan label “ateis” atau “agnostik”. Mereka lebih sering menggunakan istilah lain seperti “humanis”, “pemikir bebas”, atau “skeptis”.
4. Tingkat Keyakinan- Anggapan bahwa semua ateis sangat yakin dan dogmatis tidak sepenuhnya benar. Di beberapa negara seperti Brasil dan Tiongkok, orang yang tidak percaya Tuhan justru sering kali kurang yakin dibandingkan masyarakat umumnya.
5. Keyakinan Supranatural Lainnya- Tidak percaya Tuhan tidak berarti tidak percaya pada hal-hal supranatural lainnya. Banyak yang masih percaya pada keberuntungan, energi, atau fenomena gaib lainnya.
Secara singkat, penelitian ini membuktikan bahwa hubungan antara agama dan kepercayaan kepada Tuhan itu tidak selalu berjalan beriringan. Ada orang yang “beragama” secara identitas atau budaya, tapi secara pribadi tidak memiliki keyakinan akan keberadaan Tuhan.
